Blog EntryPanti JombloNov 9, '07 1:51 PM
for everyone
 


sudah lama gak nengok page ini...

Barusan dapet link bagus dari friendster temen...  isinya lucu. Jadinya bagus juga jadi bahan obrolan disini....
http://profiles.friendster.com/41380862 

salah satu di page waktu itu ada yang ngasiy komen kayak gini:

"Proklamasi"
Kami bangsa jomblo sejati,dengan ini
menyatakan kemerdekaan bercinta.
hal-hal yang mengenai ditolak,kecewa,
dan sakit hati ditanggapi dengan cuek-cuek
saja dan mencari target baru yang lebih baik
dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Djogjakarta,1 Okt'07

Atas nama bangsa Jomblo

 

Unik...  n lucu aja baca tulisan itu...

apa itu jomblo?. Menurut keterangan di page tersebut:

Panti Jomblo adalah sebuah tempat rehabilitasi baik untuk sementara waktu atau selamanya bagi para JOMBLOers tanpa mendiskriminasikan buat orang yg ga Nge-JOMBLO...
Banyak alasan yang bikin kita JOMBLO:

  1. Karna pernah Broken Heart alias pernah dikecewain pasangan kita trus males pacaran.
  2. Sibuk kuliah dan sibuk organisasi so ga ada waktu buat yang namanya pacaran(untuk para aktivis boleh niy).
  3. Tidak diperbolehkan dalam agama tertentu dan hanya diperbolehkan "pacaran setelah nikah" (buat para rohaniawan yang masih muda...cocok tuch).
  4. Ditinggal mati cewek yang paling disayangi padahal janjinya sehidup semati (jangan frustasi n' jangan nyusul bunuh diri yach...)
  5. Orang yang emang ga pernah dapet cewek or cowok (sabarlah sayang...trus berdoa ama yang maha kuasa yach...tirakat yg cukup...puasa juga jangan lupa)
  6. Orang yang ditakdirkan hanya untuk mengejar Cinta tapi ga ditakdirkan untuk memiliki pasangan...(wah celaka...bekerja keras tiap hari donk...)
  7. Orang yang baru nembak sekali tapi udah ditolak duluan ampe 10 kali (walah ngenes tenan awakmu rek...a'udzu billahi mindzalik)
  8. Dan seribu alasan lainnya..

Ingatlah selalu kawan kamu tidak sendiri...
Dan selalu ingatlah bahwa : "KITA MEMANG JOMBLO..TAPI KITA ADALAH SEORANG JOMBLO YANG SANGAT TERHORMAT DI MATA UMAT"

 

====================

Yupzz....  kata sebagian orang, menjadi seorang jomblo adalah pilihan. Namun kata sebagian orang yang lain, menjadi seorang jomblo merupakan something that you just can't accept yang in the end bilang itu adalah nasib.

Pernyataan pertama mungkin benar bagi sebagian orang yang memiliki komitment untuk tidak membangun relationship so called "pacaran" dengan berbagai alasan yang reasonable buat dia namun kadang kurang reasonable bagi orang lain. Entah itu karena alasan pengin konsen ke kuliah, karier, karena demand dari orang tua atau bahkan dengan dalih lain yang lebih mulia, "kata ustadz kita ndak boleh pacaran", yang mengharuskan kita ambil langkah untuk "menjomblokan" diri. Dengan skenario seperti ini, bisa dibilang bahwa menjadi seorang jomblo merupakan sebuah pilihan dalam hidup.

Dengan background seperti tertuang dalam alenia di atas, orang masih bisa tetep PD menjadi seorang Jomblo walaupun dalam umur yang kata orang tua jaman dulu sudah "eligible" buat mencicipi state yang biasa disebut "pacaran". Once again, dalam hal ini kalimat "we choose to be" lebih applicable instead of " we have no choice". Walau as time goes by kadang kalaupun sudah ingin merubah komitment tapi tetep gagal dalam building relationship, previous statement masiy tetep bisa dijadikan satu alasan buat mempertahankan level ke-PD-an kita.

On the other hand, when we really have no choices, meaning to say relitas berjalan unexpectedly menyimpang jauh dari harapan kita, orang sering mengkambinghitamkan nasib. Misalnya sudah berusaha keras ngejar si romeo atau si juliet, in the end seperti yang disebutkan di pint nomer 5 atau nomer 7 di atas, wah...  dalam hal ini menjadi jomblo bukan tidak bisa dikatakan sebuah pilihan.

Some people say, being this group of people kadang menurunkan level confidence kita, atau bahkan kita sering under-estimate diri kita sendiri, atau dalam bahasa jawa-ngoko nya sering disebut sebagai wong minderan. Wah...  kalau sudah memiliki persepsi seperti ini cuma stress aja yang bisa didapat. Stress bukan karena di reject sama si do'i..  cuman kadang penyebab stress terbesar dari lingkungan sekitar, terutama teman-teman sepergaulan. Apalagi pas yang jadi "failed target" nya juga teman kita sendiri... 

Terus bagaimana jika 2 background di atas tidak applicable dengan kondisi kita saat ini. Misalnya teman-teman kita yang muslim yang sedang menuntut ilmu di luar negeri dan harus tinggal disana selama 10 tahun dimana "stock" cewek muslimah Indonesia nya "limited"?. Kalau orang jawa bilang, di negara maju orang-orang nya "dho mikir wetenge dhewe-dhewe", interaksi sosial disini sangat minior sekali dibandingkan dengan di Indonesia. Terlebih setelah masuk dunia kerja. Maka kondisi ini bukan sebuah "pilihan" atau "nasib" seperti 2 kondisi di atas.

Dari ketiga skenario di atas, sudah bisa kita simpulkan bahwa what matter most is not in which condition we are now, tapi bagaimana kita menyikapi situasi yang ada biar ndak stress-stress banget masuk panti jomblo.

udah kemaleman niy.. 
mustinya blajar robotics buat exam minggu depan... :P


togaretta wrote on Nov 11, '07, edited on Nov 11, '07
Keren...di copy boleh....???
achfan wrote on Nov 11, '07
woiiiiiiiiiiiiiii...............ikut dunk !
aku mau tuh ikut panti jomblo....
ruwae wrote on Nov 12, '07
Monggo-monggo....
silone wrote on Jul 18
Okreklah hidup jomblo mo pd ngikut PJKA (Persatuan Jomblo Keren Abis) ngga??
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help